Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Selasa, 21 Juli 2026

Mengenal Donor Darah dan Keamanan Transfusi: Fakta yang Perlu Anda Ketahui


Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang yang sehat (donor) untuk kemudian disimpan di bank darah dan digunakan bagi pasien yang membutuhkan transfusi, seperti pada kasus kecelakaan, operasi, anemia berat, atau penyakit tertentu. Di Indonesia, kegiatan ini umumnya dikelola oleh Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan. 

Keamanan Donor Darah/ Transfusi

Keamanan donor darah bertujuan untuk melindungi donor maupun penerima darah (resipien). Prinsip utamanya adalah “safe blood starts with safe donor”.

1. Skrining Donor

Sebelum donor, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan donor aman, meliputi:

  • Usia dan berat badan sesuai

  • Tekanan darah dan hemoglobin normal

  • Tidak sedang sakit atau demam

  • Tidak memiliki riwayat penyakit menular tertentu

2. Pemeriksaan Infeksi Menular

Darah yang sudah diambil akan diuji untuk penyakit seperti:

  • HIV/AIDS

  • Hepatitis B dan C

  • Sifilis

Hal ini penting untuk mencegah penularan penyakit melalui transfusi.

3. Sterilisasi Alat

Semua alat donor harus:

  • Steril

  • Sekali pakai (disposable)

  • Tidak digunakan ulang

Hal ini untuk mencegah risiko infeksi silang.

4. Kondisi Donor yang Aman

Donor harus dalam kondisi:

  • Sehat secara fisik dan mental

  • Cukup istirahat

  • Tidak mengonsumsi alkohol sebelum donor

  • Tidak sedang menggunakan obat tertentu

 

 

Manfaat Donor Darah

  1. Menyelamatkan nyawa pasien

  2. Membantu korban kecelakaan dan operasi

  3. Merangsang produksi sel darah baru pada donor

  4. Menurunkan risiko kelebihan zat besi dalam tubuh

Risiko Jika Tidak Aman

Jika prosedur keamanan tidak dilakukan, risiko yang dapat terjadi:

  1. Penularan penyakit infeksi

  2. Reaksi transfusi pada pasien

  3. Pingsan atau lemas pada donor

Kesimpulan

Donor darah adalah tindakan kemanusiaan yang sangat penting, tetapi harus dilakukan dengan standar keamanan yang ketat untuk melindungi donor dan penerima darah. Sistem skrining, pengujian laboratorium, dan prosedur steril adalah kunci utama dalam menjaga keamanan transfusi darah.
 

Penulis : dr. Ni Wayan Mega Sri Wahyuni, M.Kes  l  Editor : Ni Gusti Dwi Kurnia Ningsih, SKM

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content