Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Rabu, 18 Maret 2026

Respon Cepat BBKK Denpasar : Beri Pertolongan Pertama pada Puluhan Pemudik Pingsan di Pelabuhan Gilimanuk


JEMBRANA – Wajah arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mencapai titik puncaknya dalam rentang waktu 14 hingga 17 Maret 2026. Pertemuan momentum Hari Raya Nyepi dan persiapan Idul Fitri menciptakan lonjakan kendaraan yang luar biasa, dengan antrean yang dilaporkan mengular hingga sejauh 31 kilometer. Kondisi ini melumpuhkan jalur utama menuju penyeberangan menuju Pulau Jawa, memaksa para pemudik bertahan di bawah kepungan cuaca panas.

Kepadatan paling krusial terkonsentrasi di kawasan menjelang masuk loket Pelabuhan Gilimanuk. Di titik inilah, ribuan pengendara sepeda motor harus berjibaku dengan suhu udara yang menyengat dan durasi tunggu yang berlarut-larut. Tekanan fisik yang hebat tersebut memicu krisis kesehatan di lapangan, di mana puluhan pemudik mulai bertumbangan akibat kelelahan akut atau heat exhaustion.

Merespons situasi darurat ini, Tim medis dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar bersama unsur posko lainnya melakukan penyisiran di sepanjang jalur antrean. Hingga laporan terakhir, petugas BBKK Denpasar Wilker Gilimanuk telah memberikan pertolongan pertama kepada 27 orang pemudik roda dua yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Dalam penanganan medis di posko, petugas menerapkan tindakan taktis untuk menstabilkan kondisi pasien. Langkah-langkah yang diambil meliputi pemberian posisi trendelenburg (memposisikan kaki lebih tinggi dari kepala) untuk melancarkan aliran darah ke otak, pemberian rehidrasi menggunakan oralit, hingga bantuan oksigen bagi pemudik yang mengalami sesak napas. Sebagian besar pasien berhasil pulih dan diizinkan melanjutkan perjalanan, namun terdapat satu orang pemudik yang harus dirujuk ke Puskesmas setempat karena mengalami dehidrasi kategori sedang-berat.

Selain ancaman kesehatan, penumpukan kendaraan ini memberikan tekanan hebat pada lingkungan sekitar. Ribuan mesin yang tetap menyala saat mengantre memicu fenomena "pulau panas" lokal dan meningkatkan konsentrasi polutan karbon monoksida serta nitrogen oksida di sekitarnya. Masalah sanitasi juga menjadi perhatian serius seiring meningkatnya limbah domestik dan sampah plastik di sepanjang bahu jalan.

Para pemudik diimbau untuk memeriksakan kondisi fisiknya sebelum bepergian, tidak memaksakan diri, istirahat tiap 3-4 jam perjalanan dan rutin mengonsumsi air minum, serta segera mendatangi posko kesehatan jika merasakan gejala pusing atau lemas di tengah perjalanan.

Kegiatan petugas BBKK Denpasar selama Posko Lebaran 2026

Reporter : Fransiskus Xaverius Omenu  |  Editor : Fajar Isnaini, SKM

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content