Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Minggu, 11 Oktober 2026

Wakil Menteri Kesehatan II Kunjungi BBKK Denpasar, Dorong Penguatan Pertahanan Kesehatan di Pintu Masuk


Denpasar, 7 Oktober 2026 — Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan II Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, bersama Direktur RSUP Prof. Ngoerah dan Direktur Poltekkes Denpasar. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung pertahanan kesehatan nasional, khususnya di pintu masuk negara.

Kedatangan Wakil Menteri Kesehatan II disambut langsung oleh Kepala BBKK Denpasar, Hery Saputra, SKM, M.Kes. Turut hadir mendampingi seluruh Ketua Tim Kerja BBKK Denpasar serta para pegawai yang bertugas di Kantor Induk BBKK Denpasar. Seluruh jajaran BBKK Denpasar menyambut kunjungan tersebut dengan antusias sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran kekarantinaan kesehatan di wilayah Bali.

Dalam kunjungannya, Wakil Menteri Kesehatan II menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan di pintu masuk. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan. Petugas kekarantinaan kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman kesehatan yang masuk melalui pintu masuk negara.

Selain penguatan SDM, dukungan terhadap anggaran, sarana, dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas BBKK Denpasar. Ketersediaan sumber daya yang memadai diperlukan agar petugas dapat melaksanakan kegiatan surveilans, pengawasan, deteksi dini, serta tindakan kekarantinaan kesehatan secara optimal dan responsif.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah pentingnya meningkatkan kecepatan dalam mendeteksi rumor atau informasi awal terkait kejadian kesehatan di pintu masuk. Kemampuan untuk memperoleh, memverifikasi, dan menindaklanjuti informasi secara cepat menjadi salah satu kunci dalam mencegah berkembangnya penyakit maupun kejadian kesehatan yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Kecepatan deteksi tersebut perlu didukung dengan sistem surveilans yang kuat, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan petugas dalam melakukan respons terhadap setiap potensi ancaman kesehatan. Dengan demikian, potensi penyakit dapat diketahui sedini mungkin dan langkah penanganan dapat segera dilakukan.

Sebagai salah satu BBKK yang memiliki wilayah kerja pada pintu masuk internasional dan nasional, BBKK Denpasar memiliki posisi strategis dalam mendukung sistem pertahanan kesehatan nasional. Mobilitas masyarakat dan transportasi yang tinggi melalui bandar udara dan pelabuhan di Bali menjadikan upaya cegah tangkal penyakit sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

 

Dokumentasi kunjungan Wakil Menteri Kesehatan II Republik Indonesia, bersama Direktur RSUP Prof. Ngoerah dan Direktur Poltekkes Denpasar

 

Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan II diharapkan semakin memperkuat komitmen dan kolaborasi antara BBKK Denpasar dengan berbagai institusi kesehatan dalam membangun sistem pertahanan kesehatan yang tangguh. Penguatan kapasitas SDM, dukungan anggaran, pemenuhan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kecepatan deteksi dini menjadi pondasi penting agar pelaksanaan fungsi cegah tangkal penyakit di pintu masuk dapat berjalan semakin efektif.

Melalui penguatan tersebut, BBKK Denpasar diharapkan mampu terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan serta memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, baik yang datang maupun berangkat melalui pintu masuk negara.

 

Reporter : I Putu Arimbawa, SKM  |  Editor : Fajar Isnaini, SKM

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content