Sambut Kedatangan Kapal Pesiar Mewah MV Heritage Adventurer di Pulau Menjangan, BBKK Denpasar Terapkan Kewaspadaan Kesehatan.
Kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat (TNBB), khususnya Pulau Menjangan, kembali menyedot perhatian dunia internasional dengan kedatangan kapal pesiar mewah berbendera Portugal, MV Heritage Adventurer. Kapal ekspedisi internasional berbobot 8.445 Gross Tonnage (GRT) yang membawa 143 penumpang serta 85 kru ini bersandar usai bertolak dari Sumbawa Besar untuk memboyong para wisatawan menikmati pesona bawah laut Bali.
Guna menjamin keselamatan berlayar serta mengantisipasi potensi risiko kesehatan global, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar Wilayah Kerja Gilimanuk bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Gilimanuk menerapkan langkah kewaspadaan melalui pemeriksaan komprehensif. Petugas menggelar prosedur clearance resmi terhadap dokumen dan kondisi fisik kapal sebelum wisatawan melanjutkan agenda kegiatan mereka.
Selama berada di Pulau Menjangan, para pelesir dijadwalkan menikmati aktivitas snorkeling dan diving premium di empat titik koordinat laut eksotis yang telah ditentukan. Setelah menyelesaikan agenda wisatanya di kawasan Bali Barat, kapal mewah ini akan melanjutkan pelayaran menuju Kumai, Kalimantan Tengah.
Dalam penjaminan standar kesehatan di atas kapal, BBKK Denpasar memeriksa keabsahan Ship Sanitation Control Exemption Certificate (SSCEC) guna memastikan kapal bebas dari vektor penyakit, tikus, maupun zat kimia berbahaya. Tim juga memverifikasi kelaikan fasilitas medis, kecukupan persediaan obat-obatan darurat sesuai regulasi MLC 2013 Medical Chest Guidelines, hingga peninjauan kebersihan area dapur, penyimpanan makanan, kualitas air minum, serta sistem pengelolaan limbah.
Langkah sinergis yang mengedepankan kewaspadaan antara otoritas karantina kesehatan dan pelabuhan ini menegaskan komitmen Bali dalam mendukung tren pariwisata kapal pesiar (cruise tourism line). Upaya ini memastikan pariwisata Bali tetap berjalan aman, nyaman, dan sehat, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit menular lintas negara.
Penulis : Aris Prayoga M | Editor : Fajar Isnaini, SKM