Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Selasa, 23 Juni 2026

Pengawasan BBKK Denpasar pada Debarkasi Jamaah Haji Plus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai


Dalam rangka kewaspadaan terhadap penyakit potensi Kejadian Luar Biasa (KLB)/ Wabah pasca pelaksanaan ibadah Haji, petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar melaksanakan pengawasan kesehatan Debarkasi Haji Plus di pintu masuk negara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (12/6). Sebanyak 32 jamaah Haji tiba di Bali menggunakan penerbangan Emirates (EK 368 rute Dubai-Denpasar). Setibanya di bandara, seluruh Jamaah Haji menjalani protokol kekarantinaan kesehatan yang berlaku di pintu masuk.

Pemantauan dashboard deklarasi kesehatan All Indonesia, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, pengamatan visual tanda dan gejala dan dilakukan wawancara bagi Jamaah Haji yang memiliki gejala. Deteksi dini adanya indikasi penyakit menular yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat. Hasil pemantauan didapatkan seluruh Jamaah Haji telah mengisi deklarasi kesehatan All Indonesia, masuk dalam kategori kuning (daerah terjangkit) sehingga proses selanjutnya diarahkan melewati jalur khusus yang telah disediakan. Hasil pemeriksaan status kesehatan tidak ditemukan adanya Jamaah Haji mengalami demam namun ada Jamaah Haji memiliki keluhan batuk dan pilek sebanyak 7 orang. Tindakan selanjutnya Jamaah tersebut dilakukan pemeriksaan Antigen Covid-19 dan seluruh spesimen yang diperiksa Covid-19 negatif.

Selain mendeteksi penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan, Covid-19, MERS-CoV, maupun penyakit berpotensi wabah lainnya, petugas juga memberikan edukasi kesehatan kepada jamaah terkait pentingnya menjaga kesehatan pasca perjalanan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit setelah kembali ke daerah asal. Melalui deteksi dan pengawasan kesehatan yang optimal di pintu masuk negara, diharapkan potensi risiko kesehatan dapat diidentifikasi secara dini sehingga dapat dilakukan upaya respon yang cepat, tepat, dan terkoordinasi guna melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga keamanan kesehatan nasional.

 

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content