Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Kamis, 30 Juli 2026

Tingkatkan Kompetensi Pengawasan Pest Control dan Fumigasi, Petugas BBKK Denpasar Ikuti Pelatihan Nasional di PPI Curug


Curug, Banten – Dalam upaya memperkuat sistem kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara, tiga orang petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar mengikuti Pelatihan Pengawasan Pest Control dan Fumigasi pada Gedung dan Alat Angkut yang diselenggarakan pada 13–16 Juli 2026 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Banten. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Cimuri Prima Jaya ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas dalam melaksanakan pengawasan pest control dan fumigasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta standar internasional.

Keikutsertaan petugas BBKK Denpasar dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap kegiatan pengendalian vektor dan Binatang Pembawa Penyakit (BPP) pada gedung maupun alat angkut. Sebagai garda terdepan di pintu masuk negara, petugas BBKK memiliki peran penting dalam mencegah masuk dan keluarnya penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti tikus, nyamuk, maupun serangga lainnya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kegiatan pest control dan fumigasi, tetapi juga harus mampu mengevaluasi seluruh aspek teknis pelaksanaan di lapangan. Kompetensi tersebut meliputi identifikasi jenis vektor dan BPP, penilaian tingkat kepadatan populasi tikus, verifikasi metode pengendalian yang digunakan, pemeriksaan penggunaan pestisida dan fumigan sesuai ketentuan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan hasil pengawasan.

Kemampuan tersebut menjadi sangat penting mengingat wilayah kerja BBKK Denpasar melayani lalu lintas internasional dan domestik yang sangat tinggi melalui pelabuhan dan bandar udara. Mobilitas orang, barang, dan alat angkut yang terus meningkat berpotensi menjadi media masuknya vektor penyakit maupun organisme pengganggu dari berbagai negara. Oleh karena itu, pengawasan yang dilakukan harus dilaksanakan secara profesional, efektif, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta regulasi terbaru.

 

 

Selama empat hari pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan dengan pengawasan pest control dan fumigasi. Materi yang diberikan meliputi bionomik vektor dan Binatang Pembawa Penyakit (BPP), toksisitas insektisida dan pestisida, keracunan bahan kimia beserta penanganannya, regulasi nasional terkait pest control dan fumigasi, hingga teknik pengendalian vektor secara kimia yang aman dan efektif.

Selain penyampaian materi di kelas, peserta juga mengikuti diskusi interaktif menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi). Forum ini menjadi wadah bagi peserta dari berbagai Balai Kekarantinaan Kesehatan di Indonesia untuk saling berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan pengawasan pest control dan fumigasi di wilayah kerja masing-masing. Berbagai tantangan teknis maupun administratif yang dihadapi di lapangan turut dibahas bersama narasumber sehingga menghasilkan berbagai solusi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

Salah satu kegiatan utama dalam pelatihan adalah praktik langsung fumigasi menggunakan metode evaporasi dengan fumigan metil bromida (CH3Br). Pada sesi ini peserta mempraktikkan seluruh tahapan fumigasi, mulai dari persiapan lokasi, pemasangan penutup (sheeting), perhitungan dosis fumigan, aplikasi fumigan, pemantauan konsentrasi gas selama proses fumigasi, hingga prosedur aerasi dan penerapan keselamatan kerja sesuai standar operasional.

Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman nyata mengenai pelaksanaan fumigasi yang benar, aman, dan efektif. Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam melaksanakan pengawasan terhadap perusahaan penyelenggara pest control dan fumigasi sehingga seluruh kegiatan pengendalian vektor dapat memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.

Keikutsertaan BBKK Denpasar dalam pelatihan ini juga merupakan implementasi komitmen institusi untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi pengendalian vektor, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan pelayanan kekarantinaan kesehatan, peningkatan kompetensi petugas menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Melalui pelatihan ini diharapkan petugas BBKK Denpasar mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari serta membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan kerja di lingkungan BBKK Denpasar. Dengan demikian, kualitas pengawasan pest control dan fumigasi di wilayah kerja BBKK Denpasar akan semakin meningkat sehingga mampu mendukung upaya pencegahan masuk dan keluarnya penyakit melalui pintu masuk negara.

Peningkatan kompetensi petugas pengawas menjadi salah satu investasi penting dalam memperkuat sistem kekarantinaan kesehatan Indonesia. Pengawasan pest control dan fumigasi yang dilakukan secara profesional, sesuai standar operasional, dan berlandaskan regulasi yang berlaku akan mendukung terciptanya pintu masuk negara yang sehat, aman, serta terlindungi dari ancaman vektor dan binatang pembawa penyakit.

 

Reporter : I Putu Arimbawa, SKM   |   Editor : Fajar Isnaini, SKM

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content