Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

      Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar

berakhlak bangga melayani bangsa

  •   Selasa, 21 Juli 2026

Sinergitas BBKK Denpasar dan Dinkes Kabupaten Buleleng dalam Pemetaan Daerah Reseptif dan Vulnerable untuk Mempertahankan Status Eliminasi Malaria di Kabupaten Buleleng


Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama Puskesmas Gerokgak I dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar Wilayah Kerja Celukanbawang melaksanakan kegiatan pemetaan daerah reseptif dan vulnerabel sebagai bagian dari upaya pemeliharaan status eliminasi malaria di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terjadi penularan kembali malaria, khususnya pada daerah yang memiliki habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles (reseptif) serta wilayah yang berisiko menerima kasus malaria impor akibat mobilitas penduduk (vulnerabel).

Tim gabungan melakukan survei lapangan melalui pengamatan lingkungan, identifikasi tempat perindukan nyamuk Anopheles, serta pengumpulan data kepadatan vektor. Selain itu, dilakukan pemetaan faktor lingkungan yang berpotensi mendukung perkembangan vektor malaria.

BBKK Denpasar Wilayah Kerja Celukanbawang dalam kegiatan surveilans turut berbagi pengalaman dan mendampingi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng serta Puskesmas Gerokgak I dalam praktik penggunaan e-form berbasis KoboToolBox di lapangan. Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mencatat hasil survei secara digital, merekam koordinat lokasi menggunakan GPS, serta mendokumentasikan kondisi lapangan secara real-time. Penggunaan KoboToolbox mempermudah proses pemetaan, mempercepat pengolahan data, dan menghasilkan informasi yang lebih akurat.

Hasil pemetaan akan digunakan sebagai dasar dalam memperkuat surveilans malaria pasca eliminasi, menentukan prioritas pengendalian vektor, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya kasus malaria impor. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital, Kabupaten Buleleng terus berkomitmen mempertahankan status eliminasi malaria dan melindungi masyarakat dari risiko penularan penyakit tersebut.
 

Penulis : Eta Pramita Wijanarko  |  Editor: Fajar Isnaini, SKM

Berita Lainnya

end_script -->
Skip to content