Secara historis, kata “PRAMUKA” merupakan akronim dari Praja Muda Karana yang berarti jiwa muda yang suka berkarya. Sebelum singkatan tersebut ditetapkan, istilah pramuka telah digunakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang mengadopsinya dari bahasa Jawa pramuka (dibaca pramuko), yang bermakna “pasukan terdepan dalam perang”. Dalam Bausastra Jawa karya W.J.S. Poerwadarminta tahun 1939, pramuka juga diartikan sebagai pangarep atau lelurah, yang berarti “pemimpin”. Makna ini sejalan dengan tujuan kepramukaan dalam membentuk pribadi yang berjiwa kepemimpinan, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Merupakan organisasi pendidikan nonformal kepanduan di Indonesia yang berperan penting dalam pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur generasi muda. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dan keluarga melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, praktis, dan terarah, serta banyak dilakukan di alam terbuka sebagai sarana pembelajaran yang menumbuhkan kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Salah satu wahana strategis dalam pendidikan kepramukaan adalah Saka Bakti Husada (SBH), yaitu satuan karya Pramuka yang dibentuk sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang kesehatan. Saka Bakti Husada bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku hidup bersih dan sehat, serta menyiapkan kader kesehatan yang mampu berperan aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan dan melembagakan norma hidup sehat di lingkungan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan aplikatif, SBH diharapkan mampu mencetak Pramuka yang tanggap, peduli, dan berdaya guna dalam menghadapi permasalahan kesehatan di sekitarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Saka Bakti Husada di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan, Pangkalan SBH I Gusti Ngurah Rai BBKK Denpasar turut berpartisipasi dalam kegiatan perkemahan dalam rangka Penerimaan Tamu Ambalan kelas X dan Pelantikan Bantara kelas XI SMA Katolik Soverdi dengan tema “Pramuka Nusantara: Berkarakter, Berbudaya, Berkarya”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bumi Perkemahan Nangun Kerti, Bedugul, pada tanggal 15 Desember 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 108 siswa Penegak. Dalam kegiatan ini, anggota Saka Bakti Husada memberikan pembekalan dan pelatihan praktik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta penanganan awal pada kondisi darurat dan situasi bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kesiapsiagaan yang bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat, baik di lingkungan sekolah, kegiatan kepramukaan, maupun di masyarakat.

Materi P3K yang disampaikan menekankan pentingnya keselamatan penolong, ketenangan dalam bertindak, serta langkah-langkah penanganan awal korban sebelum bantuan medis profesional tiba. Para peserta dikenalkan pada cara mengamankan lokasi kejadian, mengontrol perdarahan, menjaga jalan napas, menentukan posisi aman korban, serta memberikan pertolongan awal sesuai dengan kondisi korban.
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab sebagai anggota Pramuka. Diharapkan para siswa mampu menjadi penolong pertama yang sigap, terampil, dan tidak panik ketika menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat. Melalui pembekalan ini, Pramuka SMA Katolik Soverdi diharapkan semakin siap berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan tanggap terhadap situasi kedaruratan.

Salam Pramuka…!!!
Oleh : Gede Arik Darwanta | Editor : Fajar Isnaini, SKM.